Calendar

August 2017
SunMonTueWedThuFriSat
 << < > >>
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Announce

Who's Online?

Member: 0
Visitors: 2

rss Syndication

Archives

03 Aug 2017 


cerita sex Meskipun telah belasan tahun meninggalkan Bandung keterikatanku kepada kota kembang itu tidak begitu saja lepas, terutama setelah kegagalan rumah tanggaku. Dalam setahun aku sempatkan 23 kali berkunjung ke Bandung bernostalgia bersama kawankawan yang tetap bertahan tinggal disana selepas kuliah. Walaupun kesemrawutan kota Bandung agak mengurangi kenyamanan namun tetap tidak mengurangi keinginanku untuk berkunjung. Banyak perubahan terjadi, Jl. Dagojuga daerah2 yg aku sebut kota lamaCipaganti, Cihampelas, Setiabudhi, Pasteur dan daerah lainnya yang hancur keasriannya demi pembangunan namun ada dua hal yg masih bertahan, makanannya yang enak dan bervariasi dan..wanitanya yang terkenal cantik. Di Bandung, beberapa kali kita melangkah akan selalu bertemu wanita cantik anekdot kawankawan dan itu hampir sepenuhnya benar. Oktober 1998 dengan kereta Parahyangan siang aku berangkat ke Bandung, liburan nostalgia selalu aku lakukan saat weekday menghindari hingar bingar Bandung saat weekend. Setelah menaruh tas bawaanku, menghempaskan tubuh dibangku dekat jendela dan langsung membuka novel John Grisham kegemaranku. Belum lagi selesai membaca satu paragraph aku dikejutkan sapaan suara halus: Maaf, apakah tidak keberatan kalau kita bertukar bangku? aku menengadah, kaget dan terpana! begitu mengetahui si pemilik suara. Hmm..sure..ehh maaf..tidak, maksud saya tidak apaapa jawabku dengan gagap. Dia cukup tinggi untuk ukuran wanita Indonesia lebih kurang 170, putih, postur yang proporsional dengan rambut hitam lurus sebahu bak bintang iklan shampoo! Umurnya kirakira sekitar akhir 20an mengenakan baju krem ketat dan celana hitam yang juga ketat sehingga menonjolkan semua lekaklekuk tubuhnya! Saat aku berdiri bertukar bangku, semilir tercium aroma parfum lembut yang entah apa merknya, yang pasti pas sekali dengan penampilannya. Maaf mengganggu kenyamanan Anda tapi saya seringkali tertidur dalam perjalanan, kalau dekat jendela lebih mudah menyandarkan kepala Ia menjelaskan sambil meminta maaf. Ngga apaapa kok sahutku, bagaimana mungkin menolak permintaannya gumamku dalam hati. Setelah selesai merapihkan bawaannya Iapun duduk dan membuka Elle edisi Australia yang dibawanya. Kamipun tenggelam dengan bacaan masingmasing. Ingin rasanya aku menutup John Grishamku dan memulai pembicaraan dengannya namun melihat Ia begitu asik dengan Ellenya niat itu pun aku urungkan. Kesempatan itu muncul saat pesanan makanan kami tiba, Suka juga roti isi tanyaku membuka pembicaraan Iya, entah kenapa aku suka sekali roti isi di kereta, padahal rasanya biasabiasa aja jawabnya Mungkin suasana kereta membuatnya enak lanjutku sekenanya Mungkin, oh ya Mas kenalkan saya Vini sambil menjulurkan tangannya Reno, ngga pake Mas sahutku sambil menyambut tangannya Hihihi tawanya renyah Kamu lucu juga, dalam rangka apa ke Bandung Mainmain aja kangen sama Bandung dan kawankawan jawabku. Vini sendiri ke Bandung dalam rangka apa tanyaku. Tugas kantor jawabnya singkat tegas sepertinya enggan untuk menceritakan pekerjaannya. Tinggal dimana Vin di Bandung Ia menyebutkan salah satu hotel berbintang di Dago Lho kok sama? aku juga di kamar 313″ suatu kebetulan yg mengejutkan Oh ya?!! satu lantai pula ujar Vini tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Selepas makan kami tidak lagi membuka bacaan masingmasing, obrolanobrolan mengalir dengan lancar diselingi dengan jokejoke nakal yang ternyata disukainya. Perbendaharaanku yang satu ini cukup lumayan banyak, sisa perjalanan rasanya seperti hanya kami yang ada dikereta. Vini bahkan tidak lagi malu untuk memukul pundak atau mencubit kecil lenganku manakala ada joke yang sangat nakal. Tanpa terasa kami tiba di stasiun Bandung tepat jam 16.30, kami naik mobil jemputan hotel sambil terus bercengkerama dengan lebih akrab lagi. Di hotel kami berpisah, kamarku dikanan lift sementara Vini dikiri. Dikamar aku langsung merebahkan diri membayangkan Vini dan mengingatingat semua kejadian di kereta, di mobil dan di lift aku memutuskan untuk mengajaknya makan malam atau jalanjalan bahkan kalau bisa lebih dari itu. Karenanya aku urungkan menghubungi kawankawanku. Dan terlelap dengan senyum terukir di bibirku. Jam 19.00 aku dikejutkan oleh dering telepon, belum lagi napak bumi aku angkat telepon Hallo jawabku dengan suara ngantuk. Hi Ren tidur ya?sorry ganggu terdengar suara halus diseberang. Vini!! langsung aku bangkit Is ok, aku juga niatnya bangun jam segini tapi lupa pesan di front office tadi jawabku. Ada apa Vin? Kamu jadi ngga ketemuan sama kawankawan Ren? Hmm..aku belum sempat call mereka, ketiduran Gimana kalau malam ini datang sama aku, soalnya aku ngga jadi dinner meeting Sayangkan dandananku kalau harus dihapus lanjutnya dengan tawanya yang khas Aku shock mendengarkan ajakannya sampaisampai tidak tahu harus berkata apa Halloo..anybody home? Kok diam sih? serunya, mengejutkan Ooohh maaf..kaget..soalnya surprise..kaya ketiban bulan, diajak datang bidadari jawabku. Dasarr..kamu tuh..ketiban aku baru rasa, cepat mandi dong, casual aja ya menutup pembicaraan. Tidak usah disuruh dua kali akupun langsung mandi, keramas, berpakaian casual, parfum disemua sudut tubuh dan langsung menuju kekamarnya. Saat pintu terbuka aku hanya bisa melongo melihat penampilannya yang casual, Vini mengenakan rok jeans sedikit diatas lutut dengan dengan belahan dipaha kiri depan yang cukup tinggi, atasan kaos melekat ketat ditubuhnya dengan bahu terbuka, sungguh pemandangan yg menyekat kerongkongan. Hii..kok bengong lagi sih tegur Vini menyadarkan aku dan kamipun segera bergegas. Setelah puas menyantap soto sulung dan sate ayam dipojok jl. Merdeka kami lanjutkan menghabiskan malam disalah satu kafe di daerah Gatsu, Vini memilih seat di bar yang agak memojok dengan cahaya lampu yang minim. Aku memesan tequila orange double dengan ekstra es sementara Vini memilih illusion, hentakan musik yg keras membuat kami harus berbicara dengan merapatkan telinga dengan lawan bicara, saat itulah, aku mencium aroma parfum malamnya, ditambah dengan nafas yang menerpa telingaku saat berbicara membuat sensor birahiku menangkap sinyal yang menggetarkan bagian sensitif ditubuhku. Waktu band memainkan lagu yang disukainya Vini turun dari kursi, bergoyang mengikuti irama lagu, sebuah pemandangan yang menakjubkan, gerakan pundak telanjangnya, tangannya dan pinggulnya begitu serasi. Erotis namun tidak memberikan kesan vulgar, dan saat kami turun ditempat (bukan di dance floor)lebih tepat disebut berpelukan dengan sedikit gerakanbuah dadanya sesekali menyentuh tubuhku, aku merasakan getarangetaran halus dan hangat menjalar diseluruh tubuhku. Entah pada turun yg keberapa kali aku memberanikan diri, kukecup lembut lehernya dan..Ehh.. hanya itu yg keluar dari bibirnya yang sensual. Seolah mendapat ijin akupun memeluknya lebih erat serta sekilas mengecup lembut bibirnya, setelah itu Vinilah yang memberikan kecupankecupan kecil di bibirku..Malam yang indah. Sebelum tengah malam kami meninggalkan kafe, dalam taksi menuju hotel Vini menyandarkan kepalanya di dada kananku, kesempatan ini tidak aku siasiakan, kuangkat dagunya membuatnya tengadah. Sekilas kami perpandangan, bibirnya bergetar, Vini memejamkan matanya seakan mengerti keinginanku segera saja kubenamkan bibirku di bibirnya, kecupan lembut yang semakin lama berganti dengan pagutanpagutan birahi tanpa peduli pada supir taksi yang sesekali mengintip lewat kaca spion. Lidah kamipun menggeliatgeliat, saling memutar dan menghisap, sementara tanganku merabaraba dadanya dengan lembut, belum sempat bertindak lebih tidak terasa taksi kami telah sampai di hotel. Kamipun bergegas menuju lift dan melanjutkan lagi apa yang kami lakukan di taksi, kusandarkan tubuhnya di dinding lift memagut leher dan pundaknya yg putih telanjang. Reno..eehh.. desahnya. Keluar lift Vini menarik tanganku kekamarnya, begitu pintu kamar ditutup Vini langsung menarik kepalaku memagut bibirku dengan bernafsu, lidahnya kembali menggeliatgeliat di mulutku namun lebih liar lagi. Kusandarkan tubuhnya di dinding kamar agar tanganku lebih leluasa, tangan kananku memeluk pinggulnya sementara tangan kiri mulai meremasremas buah kenikmatannya yang begitu kenyal. Kejantananku membatu, ingin rasanya segera kukeluarkan dari kungkungan celana tapi kutahan, aku ingin menikmati semua ini perlahanlahan. Kutarik pinggul Vini sambil menekan pinggulku membuat perangkat kenikmatan kami beraduwalaupun masih terbungkusmembuat desiran darah kami meningkat dan semakin memanas saat kami menggesekgesekannya. Ahh..Ren..desah Vini kembali dan saat itu kurasakan lidahnya yang hangat basah menjalar di telingaku melingkarlingkar di leherku. Eeehh..aahh.. giliran aku yang mendesah merasakan permainan lidahnya. Lidahnya semakin turun kedadaku sementara jarijari lentiknya membuka kancing bajuku satu per satu. Dan.. lidahnya berpindah keputing dadaku, berputarputar jalang, mengecup, menghisap dan sesekali menggigitgigit kecil. Terus Vin..teruss..ahh.. suaraku bergetar meminta meneruskan kenikmatan yang diberikan mulutnya. Kurasakan Vini semakin liar memainkan mulutnya yang semakin turun. Ia berlutut saat lidahnya meliukliuk di pusar sambil tangannya membuka celanaku. Vini meremas, mengecup dan menggigitgigit lembut kejantananku yang masih terbungkus CD dan setelah itu Ia memasukan tangannya kedalam CD dan mengeluarkan milikku yang sudah membatu. Ia menggenggam dan menggosokgosokkan jempolnya di ujung kepala kejantananku yang sudah basah menimbulkan rasa ngilu yang nikmat..dan..akhirnya..lidahnya berputarputar disana. ..aakhh..sshh..desahku tak tertahan manakala lidahnya semakin kencang bergerak dibawah kepala kemaluanku dan diteruskan keseluruh batang dan buah zakar. Enakk Vin.. aahh..kamu pintar sekalii..hisap cantik..hisapp.. aku meracau tidak karuan memintanya melakukan lebih lagi. Vini mengerti betul apa yang harus dilakukannya, dikecupnya kepala kejantananku dan dimasukannya..hanya sebatas itu!dan mulai menghisaphisap sambil tetap lidahnya menjilatjilat, berputarputar..serangan ganda!!sunguh nikmatt!! Setelah itu barulah Ia menelan semuanya membuat seluruh tubuhku bergetar hebat dilanda kenikmatan. Kuraih kepalanya memasukan seluruh jarijemariku dirambutnya yang halus dan menggenggamnya, dengan demikian memudahkan aku mengatur gerakan kepalanya. Namun semakin lama genggamanku tidak lagi berguna, karena ritme gerakan kepalanya semakin cepat mengkocokkocok kemaluanku membuat tubuhku serasa melayanglayang, semakin aku mengerang kenikmatan semakin cepat Vini menggerakan ritme kocokannya. Nikmat Vin..ahh..lagi..lebih cepat..oohh pintaku diselahselah erangan yang semakin tidak terkontrol. Dan begitu kurasakan akan meledak segera kutahan dan kutarik kepalanya, aku tidak ingin menyelesaikan kenikmatan ini dimulutnya. Kuangkat tubuhnya dan kupeluk mesra. Suka?bisiknya bertanya. Suka sekali..kamu hebat.. jawabku berbisik sekaligus menjilat dan menghisap kupingnya. Ooohh.. erang Vini. Kubalas apa yang Ia lakukan tadi, kupagut leher dan pundaknya serta membuka atasan dan bra 34bnya, dua bukit kenikmatannya yang bulat putih itupun menyembul dengan puting kecil pinkies yang sudah mengeras. Lidahkupun segera beraksi menjilatjilat putingnya Eeehh..Reno.. lenguh Vini dan membusungkan dadanya meminta lebih, kuhisap putingnya Auuhh..akkhh..erangannya semakin keras, hisapanku semakin menggila bukan lagi putingnya tapi sebagian buah dadanyapun mulai masuk kedalam mulutku. Aaaghh.. Ren..aauuhh..kamu ganaas..jeritnya. Puas melumat buah kenikmatannya gilirin aku yang berlutut sambil melepas roknya, tampaklah CD mini putih menutupi kewanitaannya. Kueluselus bagian yang terhimpit paha dengan jari tengahku terasa lembab dan kumasukan dari sisi CDnya sehingga menyentuh daging lembut basah. Renoo..uugghh..kembali erangan birahi keluar dari mulutnya waktu ujung jariku mulai bergerakgerak di mulut kewanitaannya sementara mulutku sibuk mengecup dan menjilat sebelah dalam paha mulusnya. Beberapa saat kemudian penutup terakhir itu kulepaskan, rambut2 halus tipis menghias kewanitaannya dengan klitoris yang yang menyembul dari belahannya. Kuangkat kaki kirinya meletakan tungkainya di bahu kananku sehingga leluasa aku melihat seluruh bagian kenikmatannya. Akupun mulai sibuk menjilati dan sesekali menghisaphisap klitorisnya. Aaa..Renoo.. jerit Vini tertahan sambil menjambak rambutku yang panjang, lidahku bergerak cepat menggeliatgeliat menjilat kewanitaannya yang semakin basah, sementara jariku berputarputar didalamnya. Ssshh..eehh desis Vina merasakan hisapanku yang kuat di lubang kenikmatannya. Kubuka bibir kewanitaannya dan menjulurkan lidahku lebih dalam dalam lagi Vinipun membalas dengan menyorongkannya kemukaku, praktis semua sudah dimulutku, kumiringkan sedikit kepalaku sehingga memudahkan aku memakan semua kewanitaannya.Renoo..stopp..aahh..aku ngga tahann..aku tidak memperdulikan keingingannya bahkan semakin menggila My godd..Renn..shhff..pleasee..stop tangannya sekuat tenaga menarik rambutku agar mulutku terlepas dari kewanitaannya. Akupun berdiri mengikuti keinginannya kurebahkan tubuhnya ditempat tidur dan kamipun bergumul saling memagut, menghisap dan meremasremas bagianbagian sensitif kami. Sekarang Ren..sekarang.. pleasee..pintanya berbisiknya. Aku merayap naik ketubuhnya, Vini membuka lebar kedua kakinya Iapun menggelinjang merasakan kepala kejantananku memasuki mulut kewanitaannya, kuhentikan sebatas itu dan mulai menggerakannya keluar masuk dengan perlahan. Ooohh yaa..Renn..enakk.. Vinipun mulai mengayunkan pinggulnya mengikuti gerakangerakanku, sementara mulutku tidak hentihentinya mengulum buah dadanya.Aagghh..terus Ren..lebih dalamm..aagghh.. pintanya, kutekan batang kemaluanku lebih dalam dan..Ssshh..desisku merasakan kenikmatan rongga kewanitaanya yang sempit meremasremas sekujur batang kemaluanku.Aaaugghh..punya kamu enak Vin.. akupun semakin kencang memacu tubuhku membuat Vini semakin mengelepargelepar. Ahh..oucchh..nikmat Ren..sshh..desahnya merasakan gesekangesekan batang kejantananku di dinding kemaluannya. Saat kami merasakan nikmatnya kemaluan masingmasing, tak hentihentinya kami saling menghisap, memagut bahkan mengigit dengan liarnya..dan.. Ugghh..Renn..fuck me..fuck me hard..Im comingg honey.. tubuh Vini mengejang dan tangan serta kakinya memeluk tubuhku dengan kencang Ouchh..oohh..aku keluar Renn..aaghh.. Iapun kejang sesaat kurasakan denyutdenyut di kewanitaannya dan..tubuh Vinipun lungai. Maaf Ren aku duluan..ngga tahan, habis udah lama ngga.. bisiknya, aku masih diatasnya dengan kemaluan yang masih terbenam didalam kewanitaannya. Ngga apaapa Vin cewekan multiple orgasm, masih ada yang kedua dan seterusnya kok.. jawabku menggoda. Memangnya kuat..? tantangnya. Lihat aja nanti..membalas tantangannya. Ihh..itu sih doyan .. seru Vini manja sambil mencubit pinggangku. Kubalas cubitannya dengan memagut lehernya dan menjilat telinganya sementara pinggulku mulai berputarputar perlahan…Mmhhff..kupagut bibirnya, lidah kamipun saling bertaut, meliuk dengan panasnya. Birahi kamipun kembali membara, tekanan pinggulku dibalasnya dengan putaran pinggulnya membuatku melayanglayang. Shhff..agghh..ouch.. desahanpun tak tertahan keluar keluar dari mulutku. Dengan bahasa tubuh Vini mengajak pindah posisi, Ia diatas memegang kendali. Vini menekan kewanitaanya dalamdalamsehingga kejantananku menyentuh ujung lorong kenikmatannyadan mengayunkan pinggulnya mundurmaju. Semakin lama ayunannya semakin cepat, tak kuasa aku menahan hentakanhentakan kenikmatan yang keluar dari seluruh sendisendi tubuhku. ..teruss Vin..aahh..lagi Vin..oohh..punya kamu enak..rintihku. ..punya kamu juga Renn..oucchh..want me to fuck you hardd..mmhh.. tidak perlu jawabanku, dengan di topang tangannya Vini membungkuk tambah mempercepat ayunannya. Buah dadanya yang indah berayunayun, kuremasremas dan yang lainnya kulumat dengan rakus. Ouchh..Rennoo..nikmatt..lumat semua Renn..auuhh.. jerit Vini sambil merendahkan tubuhnya memudahkan aku melumat buah dadanya membuat ayunan pinggulnya semakin tidak terkendali, tidak berapa lama kemudian tubuhnya kembali mengejang, Vini menekan dalamdalam kewanitaannya menelan seluruh batang kenikmatanku. Renn..aku keluarr lagi..AAKKHH.. teriak Vini, tubuhnya pun rubuh diatasku cairan kenikmatannya kurasakan membasahi kejantananku. Vini rebah diatasku tubuhnya bagai tidak bertulang, hanya desah napasnya menerpa dadaku. Beberapa menit kemudian suaranya memecah kesunyian Punya kamu masih keras Ren..belum keluar? Aku tidak ingin kenikmatan ini cepat berakhir bisikku sambil mengecup pipinya. Mmmhh.. Vini bergumam Aku juga..bisiknya sambil mengigit mesra leherku lalu mengecup bibirku. Hanya beberapa saat, gigitan dan kecupan mesra itu kembali menjadi pagutan birahi. Kamar itupun kembali dipenuhi suarasuara erangan dan desahan kenikmatan duniawi, kejantananku yang masih berada didalam kembali merasakan bagaimana nikmat yang diberikan oleh kewanitaannya. Aku bangun sambil mendorong tubuh Vini sehingga kami berada dalam posisi duduk, satu tanganku memeluk punggungnya, tangan lain meremasremas buah pantatnya yang bulat padat. Gerakangerakan pinggulnya membuat rongga kenikmatannya seakan melumat seluruh batang kejantananku, Agghh..sshh.. Reenn.. rintihannya membuat birahiku tambah memuncak. Kubalas gerakannya dengan menggoyanggoyangkan pinggulku sambil kuhisap putingnya dalamdalam.Reenn..achh..shh..fuck me..hardd.. Kurasakan gerakan tubuh Vini semakin menggila dan bukan cuma itu bibirnya semakin mengganas memagut bahkan menggigit bibir, telinga dan leherku. Akupun tidak sanggup lagi menahan kenikmatan yang diberikan oleh Vini, kurebahkan tubuhnya dan segera menindihnya, kakinya melingkar di pinggulku dan kamipun kembali mendaki puncak kenikmatan. Batang kejantananku tak hentihenti menikamnikam lubang kenikmatan Vini dengan keras, Ia tidak tinggal diam, diputarputar pinggulnya seirama tikamantikamanku Aghh..ngg..sshh..Vinn..nikmat sekali..putarr teruss Vinn..pintaku merintihrintih. Auugghh..Renn..tekan yang dalamm .. kami tenggelam dalam gelimang birahi yang memuncak..dan..Vini..akuu mau keluar..kurasakan kejantanku bertambah besar. Yess..yess..Im coming too honey.. kami berpelukan dengan kuatnya dan secara bersamaan mengejang. AAKKHH..punya kamu enak sekalii Vinn..pekikku, kutekan dalamdalam kejantananku dan cairan kenikmatanku pun menyembur keluar membasahi relungrelung kewanitaannya, Aauughh Renn..nikmatt..sshhekallii..AAKKGGHH.. Kamipun terkapar lemas. Setelah malam panjang yang indah itu kami tak hentihentinya mengulangi lagi di harihari berikutnya, bukan hanya di tempat tidur, tapi semua sudut dikamar hotel itu bahkan kamar mandipun menjadi saksi bisu birahi kami. Bandung kembali memberi coretan khusus dalam hidupku membuat keterikatanku semakin besar yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup.

Admin · 6 views · Leave a comment
03 Aug 2017 




cerita sex Akhir tahun yang lalu, si jaka tua Ramli telah mempersunting seorang isteri. Semua tetangganya yang berada di sekitarnya mengetahui bahwa Nyonya Ramli sangat rajin dan cekatan, terutama dalam bidang jahitmenjahit dan sulammenyulam, namanya terkenal sampai ke manamana.


Pada suatu hari, seorang tetangga saat sedang lewat di depan jendela rumahnya mendengar dialog di antara mereka berdua:
Ramli: Aduh, terlalu kecil nih, nggak bisa kujejalkan.
Nyonya Ramli: Cobalah sekali lagi, aku toh sangat payah juga.
Tak berapa lama Ramli berkata lebih lanjut: Ah, nggak bisa masuk, kalau dipaksa nanti sakit lho.
Nyonya Ramli: Sabar! Jangan keburu nasfu. Pasti bisa! Aku bantu mengoleskan minyak di sekitarnya. Ayo, usahakan. Kemudian terdengar suara napas sedang terengahengah: Oh, Oh
Tetangga yang sedang nguping di luar jendela mendengar seluruh percakapan itu dengan hati yang berdebardebar, sampai jidatnya pun mengucurkan peluh dingin, tibatiba terlintas di kepalanya pikiran: bahwa pengantin baru ini nyalinya sungguh besar, masa di siang hari bolong masih melakukan hal begituan.


Admin · 7 views · Leave a comment
03 Aug 2017 

cerita sex Memang banyak sekali pengalaman sex ku, tetapi kalau mengenai sex with patner atau suka sama suka.. itu wajar saja. Yang aku ingin sharing disini adalah pengalamanku.. Yang mungkin tidak terbayangkan oleh siapapun juga, dan mungkin dapat menjadi ide bagi para netters sekalian. Tapi sebelumnya aku mohon maaf kalau penyampaian ceritaku tidak sehebat novelist.. Jadi mohon dimaklumin. Dan namanama yang kusebut dibawah ini hanyalah nama samaran saja, kecuali aku. Namaku Dania.. Panggilanku Nia, tinggiku 167/52, kulit putih, bra 36a, rambut hitam panjang (lurus) dengan model pony.. temantemanku sering mengejek ku dengan panggilansiboneka jepang. Kejadian ini terjadi waktu aku kuliah dulu, saat itu umurku baru 21 tahun. Dan hari itu aku dan temanku Reni menginap dirumah Melly, kami bertiga sedang melakukan belajar bersama untuk menghadapi ujian semester, rumah kawanku Melly tidaklah terlalu besar.. Terdiri atas ruang tamu, ruang keluarga, kamar Melly, kamar adiknya dilantai 2, 1 kamar mandi, dan kamar pembantu dibelakang dekat dapur. Melly hanya tinggal bersama ibunya, adiknya cowok bernama andri yang masih duduk dibangku SMP dan seorang pembantu.. Mbok Inah namanya. Sore hari itu ketika kami sedang belajar di kamar Melly, tibatiba ibunya Melly masuk ke dalam kamar lalu: Wah.. Lagi pada belajar yaa.. serunya Iya Mah jawab Melly O iya.. Mel.. Ini ada Om Adi.. Lalu aku melihat seorang pria masuk ke dalam kamar.. Orangnya biasabiasa saja tidak ada yang istimewa.. Tidak terlalu tinggi.. Berkulit sawo matang dan umurnya kirakira menjelang 40 tahun, tapi masih tampak segar, dan Om Adi ini langsung menyalami kami semua.. termasuk aku. Mel.. Nanti Om Adi akan nginap disini.. Tapi sekarang Mama mau pergi dulu sama Om Adi.. seru ibunya Melly Kemana Maa..?, tanya Melly, Ah.. Hanya ke rumah Tante Nike aja.. Malam juga pulang sahut ibunya Melly. Okee.. Maa.. Hatihati yaa.. Om Adi.. Jagain Mama yaa sahut Melly. Lalu mereka pergi keluar kamar, dan kami meneruskan belajar lagi. Setelah belajar, diskusi dan becanda.. Tanpa disadari waktu sudah pukul 11 malam.. Lalu Melly mengusulkan agar kita tidur dulu. Maka kami bertigapun segera ganti baju.. Aku mengenakan baju daster biasa yang aku bawa dari rumah, dimana dasterku model terusan dan hanya sampai sebatas lutut saja. Setelah ganti daster akupun pergi ke kamar mandi.. Untuk gosok gigi dan buang air kecil.. Lalu aku melepas bra dan CD ku, sudah kebiasaan aku kalau tidur hanya pake daster saja tanpa CD dan bra, kembali kekamar.. Aku melihat Melly dan Reni sudah berbaring diatas ranjang memakai selimut, dan akupun segera bergabung dengan mereka dan tidur dengan nyenyak. Pagi harinya aku bangun jam 8 pagi dan aku lihat Melly dan Reni sudah mengenakan pakaian rapih, Eh.. Pada mau kemana? tanyaku. Gue mau anterin Reni pulang..sahut Melly. Jangan lamalama dong.. Gue kan sendirian.. Ibu lu kemana mel? tanyaku lagi. O.. Mama tahu tuh tadi pergi.. Terus.. Om lu itu.. Om Adi kemana? Dia nganterin Andri sekolah Wah gue sendirian dong.. sahutku. Sudah.. Tenang aja.. Kan ada si mbok sahut Melly. Lalu mereka pergi meninggalkan aku sendiri di kamar, setelah menyisir rambut aku mengambil handuk dan keluar kamar.. Tampak sepi didalam rumah itu, dan akupun menuju ke kamar mandi, ketika aku sedang mandi.. Tibatiba terdengar suara. Non.. Non nia Ah.. Ada apa nih si mbok.. Pikirku, Kenapa mbok..? seruku dari dalam kamar mandi. Non.. Mbok pergi kepasar dulu yaa.. serunya. Iya.. Mbok sahutku. Selesai mandi.. Aku menutupi tubuhku yang telanjang itu dengan handuk, tidak terlalu besar handuk itu.. Hanya sebatas leher sampai ke setengah paha, lalu aku keluar kamar mandi.. Dan memang tampak sepi sekali dalam rumah itu, dan akupun yakin.. Tidak ada siapaapa lagi selain aku didalam rumah itu. Lalu aku menuju kekamar.. Tanpa menutup pintu.. (suatu kesalahan bagiku, tetapi..) karena jendela aku tutup maka aku pun menyalakan lampu sehingga kamar terang benderang, aku berdiri di depan meja rias sembari menyisir rambutku yang panjang.. Tibatiba..ting.. Giwangku jatuh ke lantai dan meluncur kebawah ranjang, akupun segera berlutut dilantai dan menjulurkan tanganku kebawah ranjang.. Tapi tidak tersentuh giwangku itu, lalu aku semakin membungkukkan tubuh ku.. Sehingga posisi ku menungging dengan kepala masuk kebawah ranjang.. Aku tidak sadar kalau posisiku itu membelakangi pintu.. Dan yang lebih parah lagi aku tidak sadar kalau diambang pintu ada Om Adi yang sedang memperhatikan.. Jelas saja Om Adi itu dapat melihat bentuk kemaluanku dengan jelas dari belakang.. Karena saat itu handukku pun tersibak ke atas.. Aku tidak tahu berapa lama Om Adi memperhatikan kemaluanku dari belakang karena cukup lama aku mencaricari giwangku itu. Tibatiba.. Ehmm.. Ehmm.. Terdengar batuk Om Adi.. Aku terkejut setengah mati, dan buruburu berlutut lagi.. Oh.. Om Adi.. seruku gugup, tampak Om Adi hanya tersenyum saja.. Akupun segera bangkit berdiri dengan perasaan tidak karuan.. Karena gugupnya.. Tibatiba.. Handukku terlepas dan jatuh kelantai.. Kini aku jadi tambah salah tingkah.. Dan didalam kegugupan itu aku hanya berdiri diam saja menghadap Om Adi.. Tampak mata Om Adi berbinar.. Memandangi tubuhku yang telanjang itu dari atas sampai kebawah. Dalam kepanikan itu.. Aku bukannya mengambil handuk itu, tapi aku malah berjalan menuju kelemari.. Karena aku berniat segera mengambil baju, belum sempat aku membuka lemari.. Tibatiba Om Adi sudah dibelakangku.. Segera ia memegang kedua bahuku.. Dan mendorong aku ke lemari.. Sehingga dadaku menempel kelemari.. Lalu dengan ganasnya Om Adi mulai menciumi belakang leherku, terdengar nafasnya yang memburu.. Aku meronta kecil.. Dan Jangan.. Jangan Om.. seruku, tetapi tampaknya Om Adi tidak peduli.. Ia terus menciumi leherku dari belakang dan tangannya segera mengeluselus piinggiran tubuhku, aku mengelinjang kegelian.. Ciuman dan jilatan Om Adi membuat aku berhenti meronta dan membiarkan ciuman Om Adi yang makin lama makin kebawah.. Kepunggungku dan akhirnya sampai kebongkah pantatku.. Nggk.. Aahh.. Aku hanya bisa mendesah saja dengan tubuh merinding ketika Om Adi menyapu bongkah pantatku dengan lidahnya.. Tibatiba Om Adi merenggangkan kedua pahaku dan terasa lidahnya segera menjilati bibir vaginaku dari belakang.. Wowww.. Oohh.. Nikmat.. Sekali.. Sehingga tanpa sadar aku menunggingin sedikit pantatku kebelakang sampai kakiku berjinjit.. Aahh.. Nggkk.. Auuhh.. Rintihku dengan mata terpejam.. Dan kedua tanganku hanya bisa menahan tubuhku ke lemari. Aah.. Jangan.. Om.. Aakkhh desisku ketika Om Adi membuka belahan pantatku dan segera lidahnya menjilat habis lobang pantatku.. Aku benarbenar merasakan nikmat atas permainan lidah Om Adi.. Sehingga tanpa sadar aku mengoyanggoyangkan pinggulku. Om Adi tampak mengetahui betul kalau aku sudah terangsang hebat, dan dia tidak sungkansungkan menjilati cairan yang keluar dari liang kemaluanku, akupun semakin lupa diri.. Tidak peduli siapa itu Om Adi, bahkan aku mengulurkan kedua tanganku kebelakang dan membuka belahan pantatku.. dalam hatiku Jilat.. Jilat omm.. Jilatin seluruhnya, dan tampaknya Om Adi mengetahui keinginanku.. Iapun segera menyapu lobang pantatku lagi sampai ke vaginaku dengan lidahnya.. Aku hanya bisa mengigit bibirku dengan mata terpejam menikmati permainan lidah Om Adi, terkadang aku harus berjinjit tinggi agar Om Adi leluasa menjilati vaginaku, emang kedua kakiku mulai terasa pegal dan lemas, tetapi aku tidak mau permainan ini berakhir, beberapa kali aku sempat menjerit kecil ketika lidah Om Adi mencolokcolok liang vaginaku.. Oohh.. Aahhkk.. Mhmm.. Lalu Om Adi bangkit berdiri dan dengan masih menciumi serta menjilati punggungku.. Kedua tangannya segera meremasremas buah dadaku dari belakang, beberapa kali tubuhku tersentak nikmat ketika kedua puting payudarku dipijitpijit oleh jarijari Om Adi.. Oohh.. Nikmat sekali.. Tibatiba Om Adi memegang tangan kananku.. Dan dibimbingnya tangan kananku sehingga menyentuh celana Om Adi.. Terasa ada benda keras dibalik celana Om Adi itu.. Aku pun secara refleks segera meremaremas benda itu.. Dan menguruturutnya dari atas kebawah.. Lalu Om Adi membalikkan tubuhku, sehingga aku kini berdiri berhadapan dengan dia.. Aku tidak mau melihat wajah Om Adi, jadi sengaja aku menoleh kesamping dengan mata setengah terpejam, dan aku meringis menahan nikmat ketika Om Adi mulai menjilati kedua buah dadaku.. Dan secara bergantian mengisapisap kedua puting buah dadaku. Aku sudah benarbenar terangsang hebat.. Apalagi ketika jari telunjuk tangan kanan Om Adi menyodoknyodok ke dalam liang vaginaku.. Aku semakin merenggangkan kedua pahaku.. Oohh.. Nggkk.. Desahku.. Lalu Om Adi menghentikan permainannya tampak dia membuka celana panjangnya dan melepasnya.. Kemudian celana kolor nyapun dilepas maka tampaklah batang kemaluan Om Adi yang besar, hitam, keras dan panjang itu.. Kemudian Om Adi duduk ditepian ranjang.. Aku tahu maksud Om Adi.. Dan tanpa disuruh akupun segera berlutut diantara kedua kaki Om Adi.. Tampak batang kemaluan Om Adi yang berdiri tegak dan keras sehingga tampak uraturatnya menonjol. Segera aku mencekal batang kemaluan Om Adi dan dengan ganas aku ciumin batang kemaluan Om Adi itu.. Terdengar Om Adi sedikit mengerang sembari merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.. Akupun segera beraksi.. Kujilati batang kemaluan Om Adi itu dari pangkal sampai kekepala.. Lalu kuisap, kukulum dalam mulut sementara tangan kiriku mengeluselus biji pelirnya terasa beberapa kali tubuh Om Adi tersentak karena nikmat.. Lalu kujilati biji pelir Om Adi.. Terdengar.. Aaahhkk.. Om Adi mengerang kenikmatan, mendengar itu aku tambah gairah.. Terus ku jilati biji pelir Om Adi itu.. Sementara tangan kananku menguruturut batang kemaluannya.. Semakin lama aku semakin lost kontrol.. Dengan kedua tanganku ku angkat kedua paha Om Adi sehingga kedua lutut Om Adi hampir menyentuh dadanya.. Dengan posisi demikian aku leluasa menjilati batang kemaluan Om Adi.. Dari ujung kepala sampai ke sekitar biji pelirnya.. Lalu aku menjilat semakin kebawah.. Kebawah.. Dan akhirnya ujung lidahku menyentuh dubur Om Adi yang berbulu itu.. Segera lidah ku menarinari diatas dubur Om Adi.. Terasa sekali tubuh Om Adi beberapa kali bergetar.. Aakkh.. Oougghh.. Erangnya.. Mendengar itu aku tambah bernapsu.. Kucolokcolok lobang pantat Om Adi dengan ujung lidahku.. Semakin dalam ku julurkan lidahku ke dalam lobang pantat Om Adi.. Semakin bergetar tubuh Om Adi terasa beberapa kali batang kemaluan Om Adi yang ku kocok berdenyutdenyut rupanya Om Adi sudah tidak tahan.. Lalu ia memegang tanganku dan membimbing ku naik ke atas ranjang.. Aku disuruh menungging diatas ranjang.. Rupanya Om Adi menginginkan dogystyle.. Ah itu yang aku sukai.. Tetapi bagaimana kalau Om Adi menginginkan anal sex.. Ah.. Aku tidak membayangkan batang kemaluan Om Adi yang besar dan panjang itu masuk ke dalam duburku.. Oohh mudahmudahan jangan.. harapku. Sebelum mencobloskan batang kemaluannya.. Om Adi sekali lagi memperhatikan bentuk kemaluanku dari belakang, aku pun menanti penuh harap.. Dan akhirnya terasa batang kemaluan Om Adi menempel dibibir vaginaku dan masuk perlahanlahan ke dalam liang kemaluan ku.. terasa seret.. tapi.. nikmat. Oohh.. Nggk.. Ahh.. Desisku ketika seluruh batang kemaluan Om Adi amblas.. Lalu ia mulai melakukan gerakan erotisnya.. Ahh.. Nikmat sekali.. Dan aku benarbenar mencapai klimaks dalam posisi demikian.. Rupanya Om Adi belum klimaks juga.. Lalu ia menyuruh aku berbaring miring.. Sementara dia berada dibelakang punggungku.. Aku segera menekuk kedua lututku.. Dan membiarkan Om Adi mencobloskan batang kemaluannya ke dalam vaginaku.. Ooucch.. Aahh.. Nikmat sekali.. Nia Dalam posisi demikian tangan kanan Om Adi leluasa meremasremas buah dadaku dari belakang.. Hentakan Om Adi makin lama makin keras dan cepat.. Aku tahu kalau Om Adi hampir klimaks.. Tetapi aku enggak mau dia mengeluarkan air maninya dalam vaginaku.. Lalu aku memegang pinggul Om Adi.. Dan otomatis Om Adi menghentikan gerakannya.. Lalu aku mencopot batang kemaluan Om Adi dari vaginaku.. Dan dengan gesit akupun berlutut disamping Om Adi.. Tampak Om Adi tersenyum.. Tapi aku tidak peduli.. Aku segera menjilati batang kemaluan Om Adi yang berlendir itu.. Lalu kuisapisap batang yang keras dan berurat itu.. Ooh.. Nggkk.. Aakk.. Om Adi mengerang keenakan.. Dan aku semakin mempercepat gerakan kepala ku naik turun, beberapa kali Om Adi mengerang sembari mengeliat, ternyata Om Adi ini kuat juga pikirku.. Lalu aku membasahi telunjuk tangan kiriku dengan ludahku, setelah itu kucucukan telunjuk jari ku itu ke dalam dubur Om Adi.. Tampak tubuh Om Adi sedikit tersentak ketika aku menekan jariku lebih dalam lagi kelobang pantat Om Adi.. Rupanya Om Adi merasakan nikmat luar biasa dengan isapanku pada batang kemaluannya dan sodokan jari ku di anusnya.. Hingga.. Aaahh.. Aaakkhh.. Om Adi mengerang hebat bersamaan dengan menyemburnya air mani Om Adi dalam mulutku. Crott.. Croot.. Banyak sekali.. Akupun rada gelagapan.. Sehingga sebagian air mani Om Adi aku telan.. Sengaja aku mencabut jariku dari lobang pantat Om Adi secara perlahanlahan dan hal ini membuat semburan air mani Om Adi tidak dapat ditahan, lalu aku melepas batang kemaluan Om Adi dari dalam mulutku.. Tampak sedikit sisasisa air mani Om Adi keluar.. Dan aku segera menyapu dengan lidahku cairan kental itu.. Akhirnya gw horny Hebat.. Hebat.. Sekali kau Dik Nia.. puji Om Adi, aku hanya tersenym saja. Lalu Om Adi bangkit dan kembali mengenakan celananya.. Kamu tidak menceritakan kejadian ini sama siapaapa kan? tanya Om Adi yang memandangiku yang masih duduk berlutut diatas ranjang, lalu Om Adi menjulurkan tangannya dan menyeka sudut bibirku dari sisa airmaninya, aku hanya tersenyum saja.. Dalam hati.. Gila.. Mana mungkin aku cerita ke siapasiapa.. Bertemu dengan dia lagi juga aku ogah.. pikirku. Dan begitulah ceritanya.. Setelah kejadian itu aku tidak mau berkunjung ke rumah kawanku itu.. Walau sampai sekarang aku masih berteman baik dengan Melly, memang beberapa kali Om Adi menelphonku.. Tetapi aku menghindar.. Bagiku itu hanya sebuah pengalaman saja.. Dan akupun tidak mau mengulang pada orang yang sama.. Kecuali pada tunanganku.
Admin · 6 views · Leave a comment
03 Aug 2017 



cerita sex Wanita ini memakai gaun pesta yang sangat anggun dan seksi, dia memakai gaun warna ungu dengan belahan rok memanjang hingga sampai ke pertengahan pahanya. Bila dia berjalan pasti kulit mulus pahanya sekilas mengintip, membangkitkan gairah siapapun yang melihatnya. Wajahnya biasa saja tapi karena kulitnya putih mulus membuat gairahku bangkit, aku berkhayal seandainya aku bisa menyentuh kulit mulusnya itu aku pasti akan melakukan apapun yg diminta.
Aku berusaha mencari tahu siapa gerangan wanita itu. Rupanya dia adalah adik mamanya, usianya kutaksir sekitar 30 thnan dan dia telah mempunyai putra 2 orang. Suaminya tidak bisa hadir karena sedang mengurus bisnisnya di luar kota. Aku sering meliriknya terutama saat dia berjalan, putih pahanya menyilaukan mataku dan membangkitkan gairahku.
Rupanya diamdiam dia mengetahui kalau aku sering mencuricuri pandang terhadapnya. Suatu saat aku terpergok dirinya saat aku sedang melirik ke belahan dadanya yg sedikit telihat dari luar gaunnya, sontan aku sangat malu dan takut seandainya dia marah lalu mengadukan perbuatanku itu pada keluarga sahabatku itu, duuh malunya aku seandainya dia lakukan itu.
Tetapi rupanya dia tidak marah, malah justru tersenyum saat dia mengetahui aku sedang mencuri pandang ke arah bagian tubuhnya. Bukan main senangnya hatiku saat mengetahui dia tidak marah karena kenakalan mataku, mudah2an ini pertanda baik bagiku, batinku berkata. Aku mencari cara agar aku bisa berdekatan lalu berkenalan dengannya, tapi karena keadaan yg serba sibuk saat itu membuatku tidak mempunyai kesempatan untuk mendekatinya.
Akhirnya kesempatan itu tiba saat aku diminta tolong oleh mamanya sahabatku untuk mengambilkan pesanan kue di toko langganan mamanya, dan yg membuat hatiku bersorak adalah kala mamanya menyuruh adiknya untuk mengantarku ke toko kue itu. Dengan menggunakan mobilnya kami berangkat hanya berdua, wah kesempatan emas nih, sorak batinku dalam hati.
Dalam mobil aku ingin memulai pembicaraan dan berkenalan dengannya tapi entah mengapa bibirku terasa kelu, aku jadi serba salah karena selama di mobil pahanya yg putih bersih tersingkap sebagian karena bentuk belahan gaun dan posisi duduknya yg seakan2 sengaja membiarkan pahanya terbuka.
Sesekali aku melirik ke arah pahanya dan tanpa terasa adikku perlahan mulai bangkit, ini membuatku jadi salah tingkah. Dia rupanya diam2 juga memperhatikan tingkah lakuku dan semakin menggoda diriku dengan gerakan kakinya yg membuat belahan gaunnya semakin lebar terbuka, membuat pahanya semakin kian terlihat olehku.
Hayo, tadi liatin apa waktu di rumah? ucapnya memecahkan keheningan. Aku yg mendapat pertanyaan itu sontan memerah, aku tersipu tapi pura2 tidak mengerti apa maksud pertanyaanya itu.
Kamu nggak usah bohong deh ama mbak, mbak tau kok tadi kamu ngelirik ke arah mbak terus, emang ada yg aneh ya..? pancingnya kepadaku.
Emm, nggak kok mbak, eh gimana ya mbak, aduh aku jadi nggak enak kalau mau terus terang ama mbak, takut mbak marah nanti jawabku kikuk karena aku takut dia marah bila dia tau aku bernafsu oleh tubuhnya yg indah itu.
Dengan tertawa kecil dia mendesakku untuk mengatakannya, akhirnya dengan sedikit malu2 aku berterus terang bahwa aku suka melihat pahanya yg putih mulus itu. Selesai berkata begitu aku menjadi tambah gugup karena aku takut dia akan marah mendengar penjelasanku tadi. Tetapi dia hanya tertawa lalu tanpa kuduga sama sekali dia lalu berkata,
Emang kamu belum pernah megang paha cewek, kalau kamu mau megang pahaku pegang aja tapinggak boleh ngelantur megangnya ya.. katanya sambil tersenyum padaku.
Bener nih mbak, mbak nggak marah.. jawabku memastikan ucapannya.
Dia tidak menjawab tapi tangannya langsung bergerak meraih tanganku lalu meletakkannyadi pahanya. Aku yg mendapat perlakuan seperti itu sontan menjadi lebih berani, kubelai pahanya dan kurasakan kulit mulusnya yg hangat menyentuh telapak tanganku. Kubelai2 pahanya dan sesekali kuremas gemas, lalu perlahan tanganku menelusup ke balik gaunnya merayap naik ke arah selangkangannya.
Saat ujung jariku menyentuh kain penutup bagian paling sensitifnya, kudengar lenguhan tertahannya. Aku semakin bersemangat, perlahan kutelusupkan jariku ke pinggiran kain berendanya lalu mulai mulai memasuki celana dalamnya. Aku dapat merasakan bulu2 halus di sekitar vaginanya, tonjolan yg ada di dalam celana dalamnya kurasakan semakin keras mengacung.
Aku menjadi semakin lupa diri, tapi saat jariku mulai menyentuh bibir vaginanya yg telah membasah, dia menahan tanganku lalu memberi isyarat keluar. Rupanya kami telah tiba di tujuan. Setelah merapikan gaunnya yg sedikit berantakan karena kenakalan tanganku tadi, kami beranjak keluar dari mobil lalu menuju ke toko kue langganan mama temanku dan mengambil kue pesanannya.
Dalam perjalanan pulang kembali ke rumah temanku aku ingin mengulang kembali usahaku tadi yg sempat terhenti, tetapi dengan halus dia menolakku dan mengatakan nanti saja lain hari dia akan mengajakku ke rumahnya guna menuntaskan hasrat kami yg sempat tertunda hari ini.
Aku sangat senang mendengar ucapannya, lalu kucium pipinya dengan penuh gairah. Dia hanya tertawa kecil mendapat perlakuanku itu. Selama perjalanan kami hanya berbicara seadanya tapi tanganku sesekali mengelus paha mulusnya dan tangannya sempat beberapa kali meremas kejantananku seakan tak sabar ingin menikmatinya.
Namanya Santi, dia mengaku sering merasa kesepian karena suaminya jarang berada di rumah, suaminya adalah seorang pebisnis sukses yg mempunyai beberapa anak perusahaan sehingga dia lebih sering berada di luar rumah mengurus bisnisnya ketimbang istrinya yg seksi ini. Lalu kita saling bertukar nomer telepon dan dia berjanji akan menghubungiku nanti bila saatnya tepat.
Setelah kejadian itu aku selalu teringat akan dirinya dan berharap dia akan mengajakku main ke rumahnya lalu bercinta dengannya, aku tidak berani menghubunginya karena aku takut bila ada suaminya di rumahnya aku takut rencanaku bisa berantakan bila ketauan dengannya.
Akhirnya Sinta menghubungiku, saat itu aku baru mandi pagi dan sedang bersiap akan keluar mencari pekerjaan karena saat itu aku masih pengangguran. Dia mengundangku untuk ke rumahnya, dia bilang anak2nya sedang sekolah dan pembantunya sedang pulang ke kampungnya kemarin menengok anaknya yg sakit.
Saat ini dia sedang sendirian di rumah dan mengajakku memanfaatkan waktu yg ada bersama. Bukan main senangnya hatiku, dengan bergegas aku berpamitan pada orang tuaku, kukatakan aku akan pergi melamar kerja seperti biasanya.
Singkat cerita sampailah aku di alamat rumah yg diberikannya, dia tinggal di sebuah komplek perumahan elit. Kulirik sesaat jam tanganku, jam 9 kurang, berarti ada waktu beberapa jam sebelum putra2nya pulang dari sekolah, pikirku. Kupencet bel rumahnya, lalu tak lama kemudian dari rumah itu terdengar sebuah suara yg kukenal tapi sosoknya tidak keluar rumah, yg menyuruhku untuk langsung masuk dan mengunci kembali pagar depan rumahnya.
Setelah mengunci pagar aku langsung bergegas masuk ke rumahnya. Saat aku telah berdiri di hadapannya barulah kusadari ternyata dia hanya memakai gaun tidur yang sangat merangsang. Warnanya hitam dan ukurannya sangat pendek hingga sebagian pahanya dapat terlihat jelas olehku, dan yg paling membuatku bernafsu adalah ternyata dia tidak mengenakan apa2 lagi di balik gaunnya itu. Itulah sebabnya dia tadi tidak membukakan pagar rumahnya dan hanya berteriak menyuruhku masuk, rupanya dia telah merencanakan semua ini, batinku berkata.
Lalu tanpa dikomando kami bergerak saling rangkul dan bibirnya adalah sasaran pertamaku. Kami berciuman dengan sangat panas, lidah kami saling berbelit di dalam rongga mulut kami. Tangannya erat merangkul pinggangku, tangan kananku mengelus punggungnya dan tangan kiriku meremas bokongnya gemas. Sekitar lima menitan kami bercumbu dengan posisi itu sampai dia melepaskan pagutannya pada bibirku lalu menyeretku menuju kamarnya yg terletak di tengah.
Setelah menutup dan mengunci pintu kamar dengan nafas memburu dia lalu mulai mempreteli bajuku satu persatu sampai tak tersisa, akupun tak mau kalah kulepaskan gaun tidurnya sampai kami sama2 polos tanpa sehelai benangpun menempel di tubuh kami.
Wow gede banget kontolmu Lingga, mbak pengen banget ngerasain kontolmu ini.. katanya sambil meraih kontolku dan dengan cepat dikulumnya. Aku hanya mendesah lirih saat bibir dan lidahnya bermain di kejantananku, kadang aku meringis nikmat saat lidahnya dengan lincah menggelitik ujung kontolku, membuat kejantananku semakin keras menegang.
Kepalanya bergerak liar maju mundur kadang berputar di kejantananku, menimbulkan sensasi nikmat yg sukar kuungkapkan dengan kata2. Sekitar 15 menit dia mengulum kontolku, lalu dia berdiri dan mengulum bibirku, kemudian dia beranjak ke ranjang, duduk di tepian ranjang sambil membuka kakinya lebar2. Aku mengerti keinginannya lalu aku berjongkok di depannya, kupandangi sejenak vaginanya sambil jariku meraba klitorisnya yg kulihat telah berdiri mengacung.
Ayo sayang, jangan diliatin aja dong..cepet jilatin punya mbak, aku udah nggak tahan nih.. rintihnya memohon padaku untuk memulai aksiku sambil tangannya meraih kepalaku lalu didekatkan ke arah vaginanya.
Dengan gerakan cepat dan tiba2 aku langsung menerkam klitorisnya dengan kedua bibirku lalu menguncinya erat. Lenguhannya keras terdengar saat aku lakukan itu.
Aah sayang..kamu nakal ya, kamu ja..eugh ucapannya terputus saat lidahku dengan gerakan cepat menyapu klitorisnya, kadang kutekan kepalaku ke arah vaginanya dan kutempelkan lidahku pada vaginanya rapat, lalu dengan gerakan cepat kugerakkan kepalaku berputar dengan posisi lidahku masih erat menempel di klitorisnya.
Lenguhan dan erangannya semakin keras tersengar memenuhi seluruh ruang, nafasku dan nafasnya sudah sama2 memburu. Vaginanya semakin basah, cairan dari dalam vaginanya bercampur dengan air ludahku membuat vaginanya berkilat tertimpa cahaya lampu.
Udah sayang..masukkan kontolmu, aku udah nggak tahan, aku mau..ughh.. rintihnya sambil tangannya menarik tubuhku naik, berharap aku segera memasuki tubuhnya.
Tapi aku sengaja bertahan, aku ingin dia merasakan orgasme pertamanya dari permainan lidah dan bibirku. Kugencarkan seranganku pada vaginanya sampai kurasakan tiba2 tubuhnya menegang kaku, kedua pahanya erat menjepit kepalaku dan tangannya kuat meremas sprei. Diiringi jerit nikmat tubuhnya lalu menyentak liar tak terkendali, pinggulnya terangkat sejenak lalu tubuhnya lunglai, kedua kakinya lemah terbujur ke lantai. Matanya rapat terpejam dan bibirnya setengah terbuka menggumamkan erangan lirih. Aah rupanya dia telah mendapat orgasme pertamanya, pikirku senang.
Aku bergerak berdiri lalu kuangkat seluruh tubuhnya yg telah lunglai ke atas pembaringan, kemudian aku berbaring disisinya. Kupandangi wajahnya yg penuh keringat, kuseka keringat yg menetes di wajahnya lalu kukecup dahinya lembut. Mendapat perlakuanku itu matanya terbuka lalu bibirnya tersenyum, sambil mencubitku gemas dia memelukku erat.
Kamu nakal ya, kamu bikin mbak keluar bukan pake kontolmu gede itu tapi malah pake bibirmu yg memble itu.. cibirnya seraya mencubit gemas pipiku.
Tapi rasanya sama enak kan mbak sahutku sambil meremas lembut dadanya.
Dia mencubit pipiku lagi lalu berkata, Ternyata kamu pinter juga ya, hayoo ketauan kamu sering begituan ama cewek yaa.. selidiknya sambil memasang muka masam.
Aah nggak kok mbak, aku cuma sering nonton film BF, jadi aku tau gimana cara muasin cewek balasku menangkis tudingannya.
Udah nggak apa2 kok, mbak malah senang kamu udah pinter, kan mbak nggak perlu ngajarin kamu lagi kan, naah sekarang mbak mau ngerasain kontolmu itu sayang.. sahutnya sambil tangannya meremas kontolku yg masih tegang dengan gemas.
Mendengar ucapannya itu aku langsung mencium dadanya, kuciumi kedua payudaranya dengan lembut tapi puting susunya sengaja aku tidak lumat, hanya aku sentuh dan gesek dengan bibirku sambil sesekali kugesekkan ujung hidungku pada puting susunya yg mulai mengeras.
Dia hanya merintih geli saat kulakukan itu, lalu dengan gerakan cepat dan tiba2 aku menerkam puting susunya yg sebelah kiri dengan bibirku. Kugigit lembut putingnya dengan bibirku lalu kubuat gerakan memelintir puting susunya, tubuhnya tersentak sedikit saat kulakukan itu. Tangannya meremas rambutku lembut, mulutnya menggumamkan kata2 tidak jelas pertanda birahinya mulai beranjak naik lagi.
Tanganku bergerak meremas dadanya yg sebelah kanan, lalu kupelintir puting susunya dengan dua jariku, perlahan kurasakan kedua puting susunya makin mengeras. Tangannya makin kuat meremas kontolku dan kurasakan sedikit sakit saat jarinya meremas kontolku dengan agak kuat, kugeser pantatku sedikit agar remasannya pada kontolku bisa sedikit berkurang.
Puas bermain di dadanya, kugeser tanganku perlahan menuruni tubuhnya, kuraba perutnya yg masih rata tanpa lemak walau sudah pernah melahirkan lalu semakin turun ke bawah ke arah vaginanya. Kakinya semakin dilebarkan saat jemariku sampai di daerah paling sensitif di tubuhnya.
Jari telunjukku kuletakkan tepat di atas klitorisnya dan jari tengahku menyentuh permukaan bibir vaginanya yg telah mulai membasah lagi. Kugerakkan kedua jariku berirama dan kuhisap kuat2 puting susunya, perlakuanku itu membuatnya makin tidak mampu menahan diri. Tiba2 dia mendorong tubuhku lalu dengan cepat dia menaiki tubuhku.
Kamu nakal..awas ya sekarang giliran kamu kubikin lemes.. ucapnya sambil memegang kontolku lalu diarahkannya ke arah vaginanya yg telah merekah basah.
Setelah dirasa pas lalu dia menekan pinggulnya perlahan, erangan nikmat keluar dari mulut kami bersamaan saat kulit kelamin kami mulai bersentuhan, nikmat sekali. Karena vaginanya telah sangat basah maka dengan mudah seluruh kontolku dapat masuk ke dalam vaginanya, lalu pinggulnya mulai bergerak naik turun dengan cepat.
Kuimbangi gerakan naik turunnya dengan arah berlawanan, jadi penetrasi yg terjadi semakin dalam dirasakannya. Kontolku terasa dijepit oleh vaginanya, aku tidak menyangka walaupun dia pernah melahirkan sampai 2 kali ternyata vaginanya masih sangat nikmat, mampu menjepit dan memberikan gesekan nikmat pada kontolku.
Suara berkecipak akibat kelamin kami yg beradu ditambah suara rintihan dan erangan nikmat dari mulut kami membuat suasana kamar menjadi semakin erotis. Kuremas kedua payudaranya yg bergelantungan di atas tubuhku, kupilin puting susunya kadang kutarik lembut hingga membuatnya makin tak mampu menahan diri.
Beberapa menit kami melakukan ini, aku berusaha bertahan untuk tidak keluar terlebih dulu, karena aku ingin memberinya kepuasan ganda hari itu. Akhirnya puncak kenikmatan itu mulai dirasakannya, rintihan nikmatnya makin kuat terdengar.
Uugh sayang, aku mau keluar lagi..eempf.. rintihnya, tangannya kuat mencengkeram dadaku dan kurasakan kukunya mencakar kulit dadaku.
Dibarengi teriakan nikmatnya lalu tubuhnya menegang kaku sesaat, kedua matanya rapat terpejam dan mulutnya terbuka menggumamkan jerit kenikmatan. Mendengar rintihan nikmatnya membuatku tak mampu lagi menahan diri, aku juga mulai merasakan adanya aliran yg semakin kuat membuncah di kontolku seakan ingin meledak.
Aah mbak..Santii..aku juga..aahh.. ucapku tersendat saat air maniku tak mampu lagi kubendung menyemprot kuat di dalam vaginanya. Mendapat semprotan air maniku yg kuat di dalam vaginanya membuat dirinya orgasme untuk ketigakalinya.
Saat orgasmenya yg ketiga dia melumat bibirku dengan buas, teriakan nikmatnya tertahan di dalam mulutku bercampur dengan erangan nikmatku. Kami saling berpelukan erat menikmati sisa orgasme yg kami rasakan, kontolku masih tertancap kuat di dalam vaginanya. Bibirku dan bibirnya saling melumat, dengan mata terpejam kami menikmati sensasi nikmat ini.
Setelah rasa nikmat itu mulai mereda, tubuhnya bergulir lunglai ke sisiku. Kami memandangi langitlangit


Admin · 35 views · Leave a comment
03 Aug 2017 




cerita dewasa Saya akan menceritakan pengalamanku ini kepada kalian yang memang suka dengan cerita ngentot bagaimana ceritanya. aku kerja disatu perusahaan farmasi, selama ini aku kerja sebagai meical detailer yang bertugas mempromosikan obat2 etikal (yang katanya kudu dibeli pake resep dokter) ke dokter2 dirumahsakit, klinik dan lembaga kesehatan laennya. Aku punya banyak kenalan dokter karen aku seneng becandain mereka kalo lagi detailing (mempromosikan obat).


Kalo yang laennya, suka minta tolong susternya minta tanda tangan dokternya di kartu detailer tanpa ketemu dokter, ngerti sih nungguin dokter suka lama banget, aku lebi seneng ketemu langaung dokternya, makanya aku selalu tanya dokter biasanya praktek sampe jam brapa. Kalo belon terlalu malem ya aq dateng sekitar selesai praktek supaya bisa ngobrol ngalor ngidul. Kadang dokternya karena tau aku seneng ngajakin ngobrol, ngajak aku ngobrol di cafe yang ada di rumah sakit atau deket rumah sakitnya supaya susternya bisa pulang tanpa harus nungguin dokternya pulang.
Makanya suster2 seneng kalo aku datengnya menjelang selesai prakteknya si dokter karena artinya mereka cepet bisa pulang. selama ini si cuman ngobrol ja, gak da kelanjutannya apa2, padahal kalo dokternya keren, aku ngarep juga diajak kemana gitu, gak cuman ngobrol ke cafe. Minta duluan gak enak, takutnya kedengaran kantor bisa dipecat aku, detailing sembari nawarin diri he he.
Satu waktu aku dipindah untuk membantu promosi vitamin tulang baru, karena targetnya bukan lagi dokter ya aku gak detailing ke dokter tapi lebi sebagai spg nerangin langsung ke konsumen di mal2. Aku juga merintis kerja sama dengan apotik supaya mereka mau nyetok produk ini, kantor mensponsori pemeriksaan orsetoporosis di situ, dimana kalo ada gejala osteoporosis aku bisalangsung menawarkan ke prospek. Proyekku berjalan lancar, banyak apotik sudah mau menjadi stokist vitamin ini. Kebetulan disatu apotik bekerja sama dengan satu laboratorium mengadakan paket murah pemeriksaan laboratorium untuk hal2 yang rutin seperti kolesterol dan sejenisnya. Aku ditawari untuk menyelenggarakan pemeriksaan osteoporosis juga untuk membantu penjualan vitamin tulang di apotik itu. Banyak juga yang dateng untuk pemeriksaan osteoporosis, maklumlah apotiknya terletak disatu komplex perumahan menengah ke atas sehingga warganya sudah sadar untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Buat warga yang terindikasi mulai terkena ostoporosis kubujuk untuk membeli vitamin tulang, kebetulan ada promosi dari kantor setiap membeli 3 botol mendapat gratuis 1 botol. Botol vitamin untuk promosi aku bawa dari kantor sedangkan pembelian yang 3 botol dari stok apotik. Laris manis juga jualanku, sampe stok apotiknya abis, mereka langsung memesan lagi untuk mengisi stoknya. Aku call ke kantor supaya diurus pembelian apotik tersebut dan segera mengirimkannya. Banyak warga yang inden vitamin itu karena mereka gak kebagian jatah. Salah satunya ada warga yang aku kenal baik, dia dokter di rumah sakit yang sering aku lakukan detailaing. Dokter tinggal disini? sapaku. Iya, kalo gak di rumah sakit jangan panggil dokterlah. Iya deh panggil om ya, biar akrab. Bisa aja kamu Nes. Om dah kena tu osteoporosis, tapi bisa mendokteri diri sendiri kan? Ya gak lah, vitamin kamu bagus gak, apa bedanya sama merek yang biasa aku pake (dia menyebutkan nama merknya). Kebetulan mereka yang disebut si om tu merk pesaing terbesarku, dengan sigap aku menerangkan kelebihan vitaminku dibandingkan dengan vitamin merek yang disebut si om. Banyak warga yang gak kebagian vitamin ikut mendengarkan penjelasanku. Bener nih, kata si om setelah selesai aku terangkan. Mangnya Ines pernah dbohong ma om kalo di rumah sakit. ya enggak sih. Makanya om, borong dong vitaminnya, mumpung beli 3 dapet 1. Beli aja 2 set buat ibu sekalian, kalo belon osteoporosis bisa untuk pencegahan kak, cuma dosisnya separuh yang dah kena. Ok deh, kamu kirim ke rumah ya. Karena si om pesen vitamin itu, warga laen yang belon kebagian dan tau kalo si om tu dokter pada rame2 ikut inden ke apotiknya. Si empunya apotik tersenyum lebar karena omzetnya dari vitaminku saja melonjak drastis. Alamat rumah om dimana, nanti Ines ambil di kantor dulu ya, stok apotik abis. Om ada dirumah kan? Aku mo kluar, kan kamu mesti ambil ke kantor dulu kan. Trus om ada dirumah jam brapa, ibu ada dirumah gak? Gak ada orang di rumah, ibu lagi kluar kota sama anak2. Ya udah jam 3an deh ya. Siap om. Kaya satpam aja pake siap segala, makasi ya.
Selesai acara di apotik, aku membereskan peralatanku, aku mencatat pesanan tambahan dari apotik, selain yang sudah aku orderkan ke kantor. Lumayan besar orderanku hari ini, belon bisa ngapelin si om lagi he he. Aku santai ja kembali ke kantor dengan sepeda motorku. aku menterahkan laporan order kekantor, atasanku seneng banget liat jumlahnya, wah sukses besar ni promosinya ya Nes. lumayan deh mas. aku manggil atasaku mas karena seumuran denganku tapi dia duluan kerja disitu. Ini ada pesanan dokter, tadi ketemu di acara promosi. Dia pesan 6 botol. Dah kamu kasi ekstra 1 lagi ja bonusnya. Jadi dapet 3 ya mas. Atasanku membubuhkan persetujuannya pada form pesanan si om tadi. Aku langsung mengambilnya ke gudang dan keuangan membuatkan faktur penjualannya, maklum deh kalo promosi kaya gini slalu minta bayarannya cash. Kamu anterin ke rumahnya ya Nes, kata atasanku lagi. Iya mas. Rumahnya dimana si. deket tempat promosi tadi. wah sekalian ja kamu anterin pesanan apotik tadi biar cepet bisa dikasi ke warga yang mesen, kan kamu skalian kesana kan. Bole ja, skalian jalan kok. Segera pesanan apotik disiapkan, satu box besar, tapi masih terbawa dengan sepeda motor. aku kembali mengantarkan pesanan apotik, yang punya apotik heran liat aku anterin pesanannya. Kok nganter ndiri Nes. Dia manggil aku nama karena dah kenal baik selama ini. Iya pak, skalian mo anterin pesanan dokter tadi. Makasi ya, katanya sambil menandatangani bukti pengiriman barang. Aku menanyakan alamat si om tadi, dia menerangkan arahnya. Karena dah deket jam 3 sore, aku segera menuju kesana mengikuti petunjuk arahan si empunya apotik. Rumahnya besar tapi sepi, aku mijit bel, cukup lama baru si om keluar, Dia cuma pake celana pendek.
sori ya, cuma celana pendekan aja, abis sumuk si. Gak apa kok om. Dia membukakan pintu pager dan aku memasukan sepeda motorku kedalem, parkir disebelah mobilnya. Masuk yuk. Dia menyilakan aku masuk, langsung keruang keluarga. Rumahnya besar, nyaman buat aku. Heran juga kok dia ngerasa sumuk, padahal ada ac yang nyala diruang keluarga. Kok sepi rumahnya om. Kan aku dah bilang tadi, keluarga lagi kluar kota semuanya. Dah lama ya om. Udah juga si, nengok mertua sakit, katanya si dah parah. Kok om gak nengok. aku kan kudu kerja, aku nuggu kabar aja, kalo ada yang kritis baru aku brangkat. Wah sepi dong om ditinggal lama gitu, pa gak gatel tuh. Kok gatel, apanya? dia tersenyum, aku sengaja mulai nyerempet2 ngomongnya. Kalo lama gak dikluarin katanya bikin gatel2″. apanya yang gak dikluarin. O ngerti Ines sekarang napa om ngerasa sumuk dan cuma pake celana pendek, dalam rangka mo ngeluarin ya. Tu tv nya stand by, lagi nonton ya om. Tau aja si kamu. aku mengambil remote dan memijit pausenya, di tv langusng muncul tayangan seornag lelaki negro yang kontolnya gede panjang sedang diemut oleh abg amoy. asik nih. aku terpaku melihat tayangan itu, apalagi ketika si negro mulai mendogi si amoy, suara ah uh bergema.
Dia kaget saat tibatiba aku duduk merapat dan mulai mengelus selangkangannya. keras banget om, dah lama ya gak dikluarin. Tanganku menyusup kedalam celana pendeknya dan cdnya, menyerobot kontolnya dan mengeluarkannya. Om gede banget, panjang lagi. Mangnya kamu belon pernah liat yang sebesar ini, tu si negro punya juga gede banget kan. Itu kan di film om, punya cowok Ines gak segede om punya. tangan kananku terus meremas halus kontolnya. kepalaku menuju ke arah kontolnya. Pelanpelan aku mengecup, melumat dan menyedot kontolnya, pantatnya bergerak seirama sedotan mulutku, tangan kirinya berpindahpindah antara toket kiri dan kananku yang lembut namun kenyal. Kamu imut orangnya tapi toket kamu montok juga ya Nes. Om suka kan. Suka banget Nes, palagi emutan kamu nikmat banget deh, dah ahli rupanya. makin lama sedotanku semakin liar, aku terus melumat, menjilat dan menyedot kontolnya yang kian mengeras. Aku terus menyedot kontolnya, pinggangnya pun bergerak turun naik, mengikuti sedotanku. dia sepertinya merasakan desakan hebat dikontolnya, segera ditariknya kepalaku, dilumatnya bibirku. Jemariku kini mengambil alih tugas mulutku, mengocok kontolnya yang telah licin. Nes, kekamar yuk. Om dah gak tahan ya. Iya nih, abis kamu nakal banget sih. Dah sering nyepongin kont0l ya Nes, nikmat banget deh sepongan kamu. Mau kan Nes. Siapa takut, jawabku. gak lama kemudian kami dah berada dikamarnya. sayang, panggilnya. Aku hanya tersenyum. Sementara dia melepaskan celana pendeknya dan berbaring di ranjang hanya mengenakan CD. Nes, kesini dong. kontolnya yang besar dan panjang masih ngaceng dengan kerasnya. Aku tersenyum melihat posenya yang menantang di ranjang. Aku duduk disebelahnya dan dia langsung mencium bibirku dengan penuh napsu. Aku membalas lumatannya juga. Nes, aku dah napsu banget nih, katanya sambil menciumi leherku. Sama, Ines juga napsu om. Dia mengusap2 punggungku dan mulai meremas2 toketku dari bajuku. Gak lama kemudian dia melepaskan baju dan celanaku.
sepertinya dia gak mau menyia2kan waktu sedikitpun. Aku sih ok saja karena sejak tadi CDku dah basah membayangkan nikmatnya dientot si om. Braku gak lama kemudian juga terlepas. Ciumannya menjalar menyusuri leher dan belakang kupingku. Aku menggelinjang kegelian, Geli om . Aku makin menggeliat ketika lidahnya menyelusuri toketku dan turun di belahannya. Dia terus memainkan lidahnya di toketku tapi tidak sampai kepentilku. om diisep pentilku dong, aku mendesah2. Dia terus saja menjilati daerah sekitar pentilku, tapi pentilku tidak disentuh. Kemudian ciumannya turun ke arah perutku sambil tangannya mengusap2 daerah nonokku, CDku sudah basah karena napsuku sudah berkobar2. Nes, kamu udah napsu banget ya, sampe CD kamu basah begini, katanya sambil meneruskan usapan. Aku gak tahan lagi, kepalanya kutarik dan kudekatkan ke pentilku. Diisep dong om , rengekku. Dia segera mengisap pentilku sambil meremas toketku. Terus om , diisep yang keras om, enak om akh, erangku. Dia mengemut pentilku bergantian, demikian pula toketku diremas bergantian. Sesekali dielus2nya itilku dari luar CDku. Dia bangkit, melepas CDnya. kontolnya yang besar dan panjang sudah ngaceng dengan kerasnya. Kont0l om besar dan panjang ya om , keras banget lagi, kataku sambil menciumi kontolnya dan mengenyot kepalanya. Kepalanya kemudian kujilati dan jilatanku turun ke arah bijinya. Seluruh kontolnya kujilati. Enak Nes terusin dong emutannya, katanya. Kemudian dia memutar tubuhnya sehingga posisinya menjadi 69.
CDku langsung dilepas, Ni jembut lebat banget, katanya sambil mengelus2 jembutku yang sudahbasah karena lendir nonokku. Dia mulai menjilati nonokku. Enak om, terus, aku mengerang keenakan, dan makin menggelinjang ketika lidahku menyentuh itilku. kontolnya kuemut dengan keras, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dimulutku. Akhirnya aku gak bisa bertahan lebih lama lagi, aku nyampe kerana itilku dikenyot2, om , Ines nyampe om , aakh. kontolnya terus kukocok dengan cepat dan keras. Din, aku mau ngecret juga Din, katanya terengah. Segera kepala kontolnya kuemut lagi dan kukenyot dengan keras, aku terusmengocok kontolnya sampai akhirnya dia ngecret dimulutku. Banyak banget pejunya nyembur sampe meleleh keluar dari bibirku. kontolnya terus kukenyot sampe denyutan ngecretnya hilang baru kulepas. Pejunya kutelannya tanpa rasa jijik, Nes nikmat banget ya emutanmu, pastinya emutan nonokmu lebih nikmat lagi ya, katanya terengah. Peju om banyak banget si ngecretnya, stok brapa lama neh. Untung gak jadi odol om. Dia hanya tertawa sambil berbaring disebelahku, dipeluknya badanku. Belum dientot saja dia sudah ngasih aku ke kenikmatan.
Setelah itu kami membersihkan diri di kamar mandi. Didalam kamar mandi pun kami saling membersihkan badan. kontolnya mengeras lagi ketika kukocok2 pelan2, aku jongkok didepannya dan mengemut kontolnya lagi, langsung saja kontolnya ngaceng dengan kerasnya. Kepalaku bergerak maju mundur memasuk keluarkan kontolnya dimulutku. Dia gak bisa menahan diri lagi, langsung dia duduk di toilet, aku dipangku berhadapan, sambil mengarahkan kontolnya ke nonokku. Segera kontolnya nancep dinonokku, terasa sekali nonokku melebar untuk menampung kontolnya yang dienjotkan pelan2 sehingga makin nancep di nonokku, Enak om, ssh. Aku mengenjotkan badanku maju mundur supaya kontolnya bisa nancep dalem di nonokku, diapun mengenjotkan kontolnya juga sehingga terasalah gesekan kontolnya dinonokku. Nikmat banget rasanya. Sedang nikmat2nya, dia berhenti mengenjotkan kontolnya. Aku disuruhnya memutar badanku tanpa mencabut kontolnya dari nonokku. Aku disuruh nungging sambil berpegangan di wastafel. Mulailah dia mengenjotkan kontolnya dari belakang. Sambil mengenjot, toketku yang mengayun2 seirama enjotannya kuiremas2. Akh om , nikmat banget om . kont0l om nancepnya dalem banget om, Sesek non0k Ines rasanya, gesekan kont0l om kerasa banget, enjot terus yang cepet om , Ines udah mau nyampe lagi, erangku. Cepet banget Din, katanya. Abis nikmat banget sih kont0l om, jadi Ines gak bisa nahan lagi, erangku. Dia makin cepat mengenjotkan kontolnya keluar masuk sampe akhirnya aku menggelinjang dengan hebat, Akh om, Ines nyampe lagi, Ines lemes om , erangku terengah2.
Bibirku langsung diciumnya dengan penuh napsu, lidahnya yang dijulurkan ke mulutku kuisep kuat2 juga. Dia melingkarkan tangannya di leherku dan langsung meremas2 toketku. Terasa kontolnya yang masih ngaceng menekan ke perutku. Dia terus saja meremas2 toketku, pentilku yang sudah mengeras langsung dijilati. Aku jadi menggelinjang kegelian. Jilatannya turun terus ke bawah, ke puserku dan terus menciumi daerah nonokku yang sudah basah. Nes kamu sudah siap dientot lagi ya, udah basah begini, katanya. Dia membopongku sambil terus menciumi bibirku. Aku dibaringkan di ranjang, sambil terus menciumi seluruh tubuhku, napsunya makin berkobar2, berkali2 aku menggelinjang. Sambil mengulum bibirku, dia mengelus2 pinggulku, kemudian jarinya mulai mengilik nonokku dan akhirnya itilku yang menjadi sasaran. Aku mengangkangkan pahaku supaya dia mudah mengakses nonok dan itilku. Aku menggeliat2 saking napsunya. Jarinya makin cepet menggesek itilku, aku mengangkat2 pantatku karena sudah pengen banget dienjot, Ayo dong om , Ines dientot, udah pengen banget kemasukan kont0l om lagi, rengekku.
Dia kemudian menelungkup diatasku, kontolnya diarahkan ke nonokku dan kepalanya mulai nancep di nonokku, Akh, enak om , masukin semuanya om , lenguhku. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk, makin lama makin cepat dan akhirnya dengan satu enjotan keras seluruh kontolnya nancep semuanya di nonokku, Akh, enak om , masuk semuanya ya om, non0k Ines sampe sesek banget rasanya kesumpel kont0l om . Dia terus mengenjotkan kontolnya keluar masuk makin cepat dan keras. Enak om, terus om, enjot yang cepet dong, rengekku terus. Setengah permainan dia mencabut kontolnya dari nonokku, Kenapa dicabut om, belum nyampe, protesku. Variasi dong, jawabnya sambil menjepitkan kontolnya yang keras banget di toketku. Aku menjepit kontolnya dengan toketku, dia bergerak maju mundur, menggesekkan kontolnya di toketku. Ketika dia memajukan kontolnya, kepalanya kuemut sebentar dan kemudian terlepas karena dia memundurkan lagi, terus seperti itu. Enak Nes, erangnya.
Setelah puas menggesek kontolnya ditoketku, dia berubah posisi lagi. Kamu sekarang diatas ya Nes, katanya sambil berbaring. Segera aku menaiki badannya dan menempatkan kontolnya yang ngaceng tegak di nonokku. Aku menurunkan nonokku pelan2 dan bles, kontolnya mulai ambles di nonokku, Akh, enak banget om , lenguhku. Aku menaik turunkan pantatnya dengan cepat sehingga kontolnyapun makin cepat terkocok2 didalem nonokku, nikmat banget rasanya. Dia pun melenguh, Enak Nes, terus yang cepet. Aku merunduk dan mencium bibirnya, dia memeluk punggungku sambil gantian mengulum bibirku sambil meremes2 toketku yang berguncang2 seiring dengan naik turunnya badanku mengocok kontolnya. Pentilku diplintir2. Aku makin bernapsu mengocok kontolnya dengan nonokku. Dia memegang pinggulku sementara aku terus mengocok kontolnya. Kocokanku makin kencang, om, Ines sudah mau nyampe nih, kataku terengah. Dia meraba itilku dan dikilik2, ini mempercepat proses aku nyampe, Akh, om , Ines nyampe, akh nikmatnya, lenguhku dan aku ambruk menelungkup dibadannya. Dia mengeluarkan kontolnya dari nonokku, masih perkasa kontolnya. Kemudian kontolnya kuciumi dan kepalanya kuemut, kepalaku mengangguk2 mengeluar masukkan kontolnya dalam mulutku. kontolnya terus kuemut sambil dikeluar masukkan di mulutku, batangnya kukocok2 dengan cepat. Akh enak banget Nes, erangnya. Cukup lama aku mengemut kontolnya, rupanya karena sudah ngecret 2 kali, dia bisa bertahan lama sekali. kont0l kukeluarkan dari mulutku dan aku disuruh nungging dipinggir ranjang.
Dari belakang sambil berdiri dia mencolokkan kontolnya lagi kedalam nonokku, sekali enjot kontolnya sudah amblas semua ke nonokku, Akh, enak banget om, erangku. Dia mengenjotkan kontolnya keluar masuk nonokku, karena berdiri enjotannya menjadi lebih keras dan lebih cepat, nikmatnya gak terlukiskan dengan kata2. Dia meraba2 lubang pantatku, kemudian jarinya ditusuk2kan kepantatku. om sakit, protesku. Dia berhenti menusuk2 pantatku, pinggulku dipegangi sambil mengenjotkan terus kontolnya keluar masuk dengan cepat dan keras. Dia membungkuk dipunggungku supaya bisa meremes2 toketku yang berguncang2 seirama dengan sodokannya. Pentilku kembali diplintir2. Enak om , terus enjotannya, Ines udah mau nyampe lagi om , erangnya. Cepet kok Nes, aku
belum ngerasa apa2″, katanya sambil terus mengenjot nonokku. Akhirnya aku tak bisa nahan lebih lama lagi, om , Ines nyampe om , akh, aku tersungkur diranjang karena lemes, kontolnya tercabut dari nonokku, masih keras dan berlumuran lendirku. Dia tidak memberi kesempatan aku istirahat, aku ditelentangkan dan kont0l dimasukkan lagi ke nonokku, terus mulai dienjot lagi keluar masuk dengan cepat dan keras. om , kuat amat sih kontolnya, Ines udah lemes om , abis udah 2 kali nyampe, lenguhku. Dia tidak memperdulikan lenguhanku, terus saja kont0l dienjotkan keluar masuk. Makin lama enjotannya makin cepet dan keras, aku sudah pasrah saja telentang keenakan. Toketku diremes2 sambil memlintir2 pentilku, akhirnya Nes aku ngecret, dan pejunya menyembur dinonokku. Aku memeluk dan mengelus2 punggungnya. om, nikmat banget ngent0t dengan om , istirahat dulu ya om , Ines udah lemes banget, dia mencabut kontolnya dan rebah disebelahku. Tak lama kemudian kami tertidur kelelahan.
Ketika terbangun, dah lewat magrib. Terasa lapar juga karena kerja keras kali ya. Om Roy ngajakin aku keluar cari makan. SEgera aku mandi dan mengenakan pakeanku lagi. wah jadi gak ganti baju nih ya. abis gak tau si kalo om mo ngajakin berebagi kenikmatan, kalo tau Ines bawa baju ganti. Lagian abis makan Ines kan mo pulang, om, besok kan kerja. Kamu mau gak nemein aku semaleman Nes, nanti kita beli baju deh bguat kamu pake kerja besok. Kamu ngekos kan, jadi gak da yang nyariin kan?. Om belon puas ya. Masi au lagi Nes, non0k kamu nikmat banget empotannya, kamu blajar diaman si. Ines ikutan senam bl om. Gak heran empotan kamu brasa banget. Mau ya nemeni aku semaleman. Aku emnggangguk, dia mengajak aku ke mall untuk belanja pakean untuk aku kerja besok, baeknya ukuran badanku standard sehingga bisa mendapatkan pakean yang pas buat aku. Dia membayari semua belian pakeanku, luar dalem. Setelah itu baru kita cari makan. Dia pesen sate kambing dan beberapa makanan laen di food court mal itu. wah mo all nite long nih. Iya lah, mumpung ditemeni kamu. ines mau kok om kapan2 nemeni om lagi, gak bisa dirumah kan bisa cek in hotel om. iya ya, nanti deh kita cari kesempatannya. Kamu mo nasi pa lontong. Kan dah ada lontong om, gede panjang dan keras banget lagi. Dia tertawa mendengar guyonan mesumku. Selesai makan dengan santai, kita kembali ke rumahnya.
Dia mengambilkan can soft drink dingin, dibukakan untukku. Aku meminumnya.
Dia memelukku. Aku diciumnya sambil segera meremas2 toketku kembali. Segera aku kutelanjangi, toketku diciumi dan pentilku diemut2, segera saja pentilku mengeras. Dia segera saja mengiliki2 itilku.om , kok napsu banget sih sama Ines, tanyanku. Abis ngent0t sama kamu nikmat banget sih, jawabnya. Ines kan juga dapet nikmatnya dipatil lagi sama kont0l om , kataku. Kemudian dia melepas semua pakeannya. kontolnya sudah ngaceng dengan keras. Dia duduk di ubin di depanku, kakiku dikangkangkan. Badanku diseret sehingga aku setengah rebah di dipinggir sofa. Lidahnya mulai menggesek nonokku dari atas ke bawah. Itilku menjadi sasaran berikutnya, dijilat, dihisap, kadang digigit pelan, dijilati lagi, om , enak banget om , terus om , erangku. Dia terus menjilati itilku sampe aku nyampe. Akh om , belum dientot Ines sudah nyampe, om lihai banget deh makan nonok Ines, kataku. Dia berdiri, aku ditarik supaya duduk. kontolnya tepat ada dimukaku, segera saja kugenggam dan kuemut kepalanya. Aku mulai mengeluar masukkan kontolnya sambil batangnya kukocok2 dengan cepat dan keras. Dia mengejotkan kontolnya pelan dimulutku seperti sedang mengentoti mulutku.
Beberapa saat kemudian, dia berbaring disofa, aku segera menaiki badannya dan menancapkan kontolnya di nonokku, kusentakkan badanku kebawah dengan keras sehingga sebentar saja kontolnya udah nancep semua di nonokku. Aku menaik turunkan pantatku dengan cepat sehingga kontolnya terkocok oleh nonokku dengan cepat juga, Akh nikmat banget Nes, erangnya. Dia menahan badanku sehingga aku berhenti mengenjot. kont0l dikeluarkan dari nonokku, aku disuruh telungkup menungging di sofa dan kembali kont0l ditancapkan ke nonokku dari belakang. Bles, kontolnya langsung saja nancep semuanya ke nonokku, Akh, nikmatnya,, kali ini aku yang menggerang. Dia langsung mengenjot nonokku dengan cepat dan keras. Terasa sekali kontolnya menggesek nonokku, kalo dienjotkan dengan keras terasa kontolnya nancep dalem sekali di nonokku. Makin cepat dienjot makin nikmat rasanya. Tiba2, akh om , Ines nyampe, om , aku meledak juga akhirnya. Dia terus saja mengenjotkan kontolnya keluar masuk dengan cepat sampe akhirnya kembali dia ngecret, Nes, aku ngecret, nikmat banget rasanya Nes, terasa kembali pejunya membanjiri nonokku. om, Ines lemes banget om , baru sampe rumah udah dientot lagi. om gak ada matinya ya, kataku sambil tersenyum. Ya udah kita mandi dan terus tidur, jawabnya sambil masuk ke kamar mandi. Aku berbaring saja di sofa sambil istirahat. Selesai mandi, dia keluar masih bertelanjang bulat. Giliranku mandi. Selesai mandi, dia sudah berbaring diranjang dikamarnya, aku berbaring disebelahnya. tak lama kemudian aku tertidur.
Ketika terbangun, dia gak ada diranjang. Aku bangun ke kamar mandi, pipis.muka kubasuh dengan air dingin. Seger sekali rasanya. Rupanya dia ada di pantri dilantai bawah sedang menyeduh kopi dan menghangatkan makanan di microwave. Aku duduk di meja makan. Nes, kalo laper lagi, masih ada nasi goreng yang semalem aku beli sekalian. Dah aku angetin nih, kan mo kerja keras lagi. kita masih mau satu ronde lagi kan. Aku hanya tersenyum mendengar kata2nya, aku mengunyah nasi goreng yang dibelinya dengan tenang. Sehabis mengisi perut, dia langsung menarik tanganku kembali ke ranjang di kamar. Aku dipeluk, segera saja dia meremas2 toketku sambil mencium bibirku dengan gemasnya. Pentilku diplintir2nya pelan, napsuku segera saja berkobar, pentilku segera mengeras. Aku tidak tinggal diam, kontolnya yang sudah ngaceng keras sekali kukocok2. Ines isep ya om , kataku sambil mengubah posisi mendekati kontolnya. Kepala kontolnya kujilati kemudian pelan2 kumasukkan ke mulutku. kontolnya kukulum2, kukeluar masukkan di mulutku. Enak Nes, erangnya. Kemudian dia menarik aku kembali kepelukannya. Bibirku kembali dilumat, aku membalas lumatannya, sementara dia terus saja meremas2 toketku. Tangannya kemudian mengarah kebawah, itilku menjadi sasaran berikutnya. Akh om, enak, erangku. Dia menciumi leherku, terus kebawah mengemut pentilku bergantian, aku terus mengerang keenakan. Ciumannya terus mengarah kebawah, berhenti di puserku sehingga aku menggelinjang kegelian, Geli om, kataku manja. Akhirnya sampailah ciumannya pada sasaran sesungguhnya, non0k dan itilku. Jilatannya segera menyerbu itilku. Aku sudah mengangkang selebar2nya supaya dia mudah menjilati itilku. Dia meletakkan bantal dibawah pinggulku. Buat apa om, kan kont0l om panjang. Gak usah diganjel masuknya juga dalem banget, tanyaku. Dia tidak menjawab, terus saja menjilati itilku yang makin terexpose karena ganjelan bantal itu. Aku jadi tau kenapa dia mengganjal pantatku dengan bantal, supaya dia mudah menjilati itilku. Jilatannya berubah menjadi emutan, itilku diemut2nya pelan. Aku menjadi makin blingsatan. Akh om , Ines udah pengen dientot, om .Masukin dong kont0l om , erangku.
Dia menghentikan emutannya, aku dinaikinya dan mengarahkan kontolnya ke nonokku. Dia menggosok2kan kepala kontolnya di nonokku yang sudah basah banget, Ayo dong om , tancepin aja semuanya, erangku gak sabar. Aku makin menggelinjang karena gosokan kontolnya itu. Pelan2 dimasukkannya kontolnya ke nonokku. Dia menekan kontolnya masuk sedikit2 demi sedikit. Karena ganjalan bantal, kontolnya jadi lebih mudah nancep. Akh, ssh, enak banget om , tancepin aja semuanya sekaligus sampe mentok, kataku. Dia mulai mengenjotkan kontolnya keluar masuk pelan sehingga sedikit demi sedikit kontolnya nancep makin dalem aja. Enjotannya makin cepat dan dengan sekali hentak kontolnya ditancepkan semuanya ke nonokku, Akh enak banget om, erangku. Dia terus saja mengenjotkan kontolnya dengan keras dan cepat, Enak om, terus om, yang cepet, Ines udah mau nyampe om , erangku terengah2. Tau aku udah mau nyampe, dia mempercepat enjotan kontolnya, setiap enjotan langsung menancapkan kontolnya dalam2 dinonokku. Pantatku menggeliat2 tidak teratur saking nikmatnya. Akhirnya aku sampe juga. Kakiku segera membelit kakinya, aku memeluk punggungnya, om, Ines nyampe, akh, ssh, enak banget om , jeritku keenakan. Dia terus saja mengenjotkan kontolnya keluar masuk setelah aku meletakkan kakiku diatas ranjang lagi, rasa nikmat membuatku terkapar, napasku tersengal2. Dia tidak peduli dengan kondisiku, tetap saja kontolnya dienjotkan dengan cepat dan keras. Sebentar kemudian napsuku sudah bangkit lagi, aku mulai menggeliat2kan pantatku.
Nes ganti posisi yuk, katanya sambil mencabut kontolnya dari nonokku. Aku disuruhnya menungging dipinggir ranjang. Dia berdiri dibelakangku dan menancapkan kontolnya dinonokku. Sekali sodok, kontolnya sudah nancep sampe pangkalnya. Sambil berdiri dia mengenjot nonokku. kontolnya bergerak keluar masuk nonokku dengan cepat dan keras. Enjotannya lebih terasa keras karena dia berdiri sehingga tenaga enjotannya menjadi lebih besar. Akh om , enak banget, enjotan kon tol om terasa banget keluar masuk non0k Ines, terus om , ssh, erangku. Dia mempercepat enjotan kontolnya, Nes, aku udah mau ngecret Nes, katanya. Iya om , Ines udah mau nyampe lagi, barengan ya om , jawabku. Dia mengenjotkan kontolnya dalem2 dengan keras, Nes, aku ngecret, akh, ssh, erangnya. Terasa semburan pejunya di nonokku sehingga akupun nyampe lagi untuk kesekian kalinya. om, Ines juga nyampe om, akh nikmat banget om , jeritku. Dia menelungkup diatas punggungku sehingga aku rebah keranjang. kontolnya tercabut dari nonokku. Dia berguling dan berbaring disebelahku yang masih nelungkup. om , nikmat banget deh enjotannya kalo om ngenjotnya sambil berdiri, kataku. Dia hanya tersenyum. Dia bangun ke kamar mandi, pipis. Kembali ke ruangan dia mengambil air dingin di lemari es, diminum habis segelas, dia mengisinya lagi dan diberikan kepadaku yang masih terkapar kelelahan. Hebat om ya, kuat banget ngent0tnya, kataku. Kamu juga hebat Nes, napsu kamu cepet sekali berkobar, kayanya kamu gak puas2 ya makan kontolku. Mana bisa puas om , kan gak tiap hari non0k Ines keiisi kont0l om , mumpung ada kesempatan ya dituntasin aja. Enak Nes, empotan non0k kamu kerasa banget, lihai kamu ya Nes. Berakhirlah sudah malam penuh kenikmatan dengan si om. om , kapan Ines dientot lagi. Nanti kalo ada kesempatan lagi ya sayang. Aku segera bebersih, mengenakan pakean yang dia belikan semalem, Makasi buat segalanya ya om. Dia menandatangani faktur pembelian, dan menyerahkan uang cash untuk pembayaran vitamin tulang. dia mengecup bibirku dengan mesra sebelum aku meninggalkan rumahnya.


Admin · 4 views · Leave a comment

1, 2, 3, 4, 5, 6  Next page